Jumat, 10 Maret 2017

Bentuk Permukaan Bumi



Bismillaahirrahmaanirrahiim..

لِّلْمُتَّقِينَ هُدًى ۛ فِيهِ ۛرَيْبَ لاَ الْكِتَابُ ذَٰلِكَ

"Kitab (Al-Qur'an) ini tidak ada keraguan pada nya dan petunjuk bagi orang yang bertakwa."

Bentuk permukaan Bumi

“Dan ditiuplah sangkakala maka matilah siapa yang ada di langit dan di bumi kecuali siapa-siapa yang dikehendaki oleh Allah. Kemudian ditiup sangkakala itu sekali lagi, maka tiba-tiba mereka berdiri menunggu (keputusannya masing-masing).”(Az Zumar: 68)

Abdullah bin Amr bin Ash mendengar Rasulullah telah bersabda,"Kemudian sangkakala ditiup, maka tidak ada yang seorangpun mendengarnya melainkan ia memiringkan sisi leher yang satu dan mengangkat sisi leher yang lainnya. Sedangkan yang pertama kali mendengarnya adalah seorang laki-laki yang sedang memplester kolam untanya. Maka matilah ia dan matilah seluruh manusia, kemudian Allah mengirimkan, atau beliau bersabda,'menurunkan hujan seperti hujan gerimis, maka tumbuhlah jasad-jasad manusia. Kemudian ditiupkan sekali lagi sangkakala maka tiba-tiba mereka pun berdiri sambil menunggu (putusannya maisng-masing). HR.Muslim.

“Mereka berkata: “Aduhai celakalah kami! siapakah yang membangkitkan Kami dari tempat-tidur Kami (kubur)?”. Inilah yang dijanjikan (Tuhan) yang Maha Pemurah dan benarlah Rasul- rasul(Nya)”. (QS. Yaasiin 52)

Maka apabila sangkakala ditiup sekali tiup (1) . Dan diangkatlah bumi dan gunung-gunung, lalu dibenturkan keduanya sekali bentur. Maka pada hari itu terjadilah hari kiamat”. (QS. Al-Haaqqah 13-15)

“Pada hari kiamat, matahari didekatkan jaraknya terhadap makhluk hingga tinggal sejauh satu mil.” –Sulaim bin Amir (perawi hadits ini) berkata: “Demi Allah, aku tidak tahu apa yang dimaksud dengan mil. Apakah ukuran jarak perjalanan, atau alat yang dipakai untuk bercelak mata?” Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Sehingga manusia tersiksa dalam keringatnya sesuai dengan kadar amal-amalnya (yakni dosa-dosanya). Di antara mereka ada yang keringatnya sampai kedua mata kakinya. Ada yang sampai kedua lututnya, dan ada yang sampai pinggangnya, serta ada yang tenggelam dalam keringatnya.” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memberikan isyarat dengan meletakkan tangan ke mulut beliau.” (Hadits shahih. Diriwayatkan oleh Muslim, no. 2864)

“Umat manusia akan digiring pada hari kiamat ke (mahsyar). Sebuah medan yang luas. Tanahnya berwarna putih seperti bundaran roti yang bersih.” Sahl z dan selainnya berkata: “Tidak ada di sana tanda (tempat keberadaan) bagi seorangpun.” (HR. Al-Bukhari no. 6521 dan Muslim no. 790)

“Dan (ingatlah) hari (yang di waktu itu) Allah mengumpulkan mereka semuanya kemudian Allah berfirman kepada Malaikat: “Apakah mereka ini dahulu menyembah kamu? Malaikat-malaikat itu menjawab: “Maha suci Engkau. Engkaulah pelindung Kami, bukan mereka; bahkan mereka telah menyembah jin(5); kebanyakan mereka beriman kepada jin itu”. (Qs. As-Saba’ 40-41)

“Kami akan memasang timbangan yang tepat pada Hari Kiamat, maka tiadalah dirugikan seseorang barang sedikitpun. Dan jika (amalan itu) hanya seberat biji sawipun pasti Kami mendatangkan (pahala) nya. Dan cukuplah Kami sebagai Pembuat perhitungan.” (QS. Al Anbiyaa’ :47)

“Dan pada hari itu diperlihatkan neraka Jahannam, dan pada hari itu sadarlah manusia, tetapi tidak berguna lagi baginya kesadaran itu,” (QS. Al-Fajr: 23).

Kesimpulan:

Manusia dibangkitkan di dunia yg diratakan dengan dihancurkan dan dicabut-Nya gunung-gunung, yg kemudian diberi nama Mahsyar. Jadi Mahsyar adalah sebutan untuk permukaan bumi yg baru karena manusia dibangkitkan di Bumi setelah dihancurkan, dan matahari didekatkan jaraknya 1 mil.

Mahsyar = di Bumi

Alloh SWT memasang timbangan yg tepat pd hari kiamat, dan diperlihatkan kepada manusia Jahannam

Timbangan Alloh SWT =  diujung bumi

Wallohu a’lam