Bismillaahirrahmaanirrahiim..
لِّلْمُتَّقِينَ
هُدًى ۛ فِيهِ ۛرَيْبَ لاَ الْكِتَابُ
ذَٰلِكَ
"Kitab
(Al-Qur'an) ini tidak ada keraguan pada nya dan petunjuk bagi orang yang
bertakwa."
Bentuk permukaan Bumi
“Dan ditiuplah sangkakala maka matilah siapa yang ada di
langit dan di bumi kecuali siapa-siapa yang dikehendaki oleh Allah. Kemudian
ditiup sangkakala itu sekali lagi, maka tiba-tiba mereka berdiri menunggu
(keputusannya masing-masing).”(Az Zumar: 68)
Abdullah
bin Amr bin Ash mendengar Rasulullah telah bersabda,"Kemudian sangkakala
ditiup, maka tidak ada yang seorangpun mendengarnya melainkan ia memiringkan
sisi leher yang satu dan mengangkat sisi leher yang lainnya. Sedangkan yang
pertama kali mendengarnya adalah seorang laki-laki yang sedang memplester kolam
untanya. Maka matilah ia dan matilah seluruh manusia, kemudian Allah
mengirimkan, atau beliau bersabda,'menurunkan hujan seperti hujan gerimis, maka
tumbuhlah jasad-jasad manusia. Kemudian ditiupkan sekali lagi sangkakala maka
tiba-tiba mereka pun berdiri sambil menunggu (putusannya maisng-masing).
HR.Muslim.
“Mereka
berkata: “Aduhai celakalah kami! siapakah yang membangkitkan Kami dari
tempat-tidur Kami (kubur)?”. Inilah yang dijanjikan (Tuhan) yang Maha Pemurah
dan benarlah Rasul- rasul(Nya)”. (QS. Yaasiin 52)
Maka
apabila sangkakala ditiup sekali tiup (1) . Dan diangkatlah bumi dan
gunung-gunung, lalu dibenturkan keduanya sekali bentur. Maka pada hari itu
terjadilah hari kiamat”. (QS. Al-Haaqqah 13-15)
“Pada
hari kiamat, matahari didekatkan jaraknya terhadap makhluk hingga tinggal
sejauh satu mil.” –Sulaim bin Amir (perawi hadits ini)
berkata: “Demi Allah, aku tidak tahu apa yang dimaksud dengan mil. Apakah
ukuran jarak perjalanan, atau alat yang dipakai untuk bercelak mata?” Nabi shallallahu
‘alaihi wa sallam bersabda: “Sehingga manusia tersiksa dalam
keringatnya sesuai dengan kadar amal-amalnya (yakni dosa-dosanya). Di antara
mereka ada yang keringatnya sampai kedua mata kakinya. Ada yang sampai kedua
lututnya, dan ada yang sampai pinggangnya, serta ada yang tenggelam dalam
keringatnya.” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memberikan
isyarat dengan meletakkan tangan ke mulut beliau.” (Hadits shahih. Diriwayatkan
oleh Muslim, no. 2864)
“Umat
manusia akan digiring pada hari kiamat ke (mahsyar). Sebuah medan yang luas.
Tanahnya berwarna putih seperti bundaran roti yang bersih.” Sahl z dan
selainnya berkata: “Tidak ada di sana tanda (tempat keberadaan) bagi
seorangpun.” (HR. Al-Bukhari no. 6521 dan Muslim no. 790)
“Dan
(ingatlah) hari (yang di waktu itu) Allah mengumpulkan mereka semuanya kemudian
Allah berfirman kepada Malaikat: “Apakah mereka ini dahulu menyembah kamu?
Malaikat-malaikat itu menjawab: “Maha suci Engkau. Engkaulah pelindung Kami,
bukan mereka; bahkan mereka telah menyembah jin(5); kebanyakan mereka beriman
kepada jin itu”. (Qs. As-Saba’ 40-41)
“Kami
akan memasang timbangan yang tepat pada Hari Kiamat, maka tiadalah
dirugikan seseorang barang sedikitpun. Dan jika (amalan itu) hanya seberat biji
sawipun pasti Kami mendatangkan (pahala) nya. Dan cukuplah Kami sebagai
Pembuat perhitungan.” (QS. Al Anbiyaa’ :47)
“Dan
pada hari itu diperlihatkan neraka Jahannam, dan pada hari itu sadarlah
manusia, tetapi tidak berguna lagi baginya kesadaran itu,” (QS. Al-Fajr: 23).
Kesimpulan:
Manusia dibangkitkan di dunia yg diratakan dengan
dihancurkan dan dicabut-Nya gunung-gunung, yg kemudian diberi nama Mahsyar. Jadi
Mahsyar adalah sebutan untuk permukaan bumi yg baru karena manusia dibangkitkan
di Bumi setelah dihancurkan, dan matahari didekatkan jaraknya 1 mil.
Mahsyar = di Bumi
Alloh SWT memasang timbangan yg tepat pd hari kiamat,
dan diperlihatkan kepada manusia Jahannam
Timbangan Alloh SWT = diujung bumi
Wallohu a’lam
Tidak ada komentar:
Posting Komentar