Jumat, 10 Maret 2017

Bentuk Permukaan Bumi



Bismillaahirrahmaanirrahiim..

لِّلْمُتَّقِينَ هُدًى ۛ فِيهِ ۛرَيْبَ لاَ الْكِتَابُ ذَٰلِكَ

"Kitab (Al-Qur'an) ini tidak ada keraguan pada nya dan petunjuk bagi orang yang bertakwa."

Bentuk permukaan Bumi

“Dan ditiuplah sangkakala maka matilah siapa yang ada di langit dan di bumi kecuali siapa-siapa yang dikehendaki oleh Allah. Kemudian ditiup sangkakala itu sekali lagi, maka tiba-tiba mereka berdiri menunggu (keputusannya masing-masing).”(Az Zumar: 68)

Abdullah bin Amr bin Ash mendengar Rasulullah telah bersabda,"Kemudian sangkakala ditiup, maka tidak ada yang seorangpun mendengarnya melainkan ia memiringkan sisi leher yang satu dan mengangkat sisi leher yang lainnya. Sedangkan yang pertama kali mendengarnya adalah seorang laki-laki yang sedang memplester kolam untanya. Maka matilah ia dan matilah seluruh manusia, kemudian Allah mengirimkan, atau beliau bersabda,'menurunkan hujan seperti hujan gerimis, maka tumbuhlah jasad-jasad manusia. Kemudian ditiupkan sekali lagi sangkakala maka tiba-tiba mereka pun berdiri sambil menunggu (putusannya maisng-masing). HR.Muslim.

“Mereka berkata: “Aduhai celakalah kami! siapakah yang membangkitkan Kami dari tempat-tidur Kami (kubur)?”. Inilah yang dijanjikan (Tuhan) yang Maha Pemurah dan benarlah Rasul- rasul(Nya)”. (QS. Yaasiin 52)

Maka apabila sangkakala ditiup sekali tiup (1) . Dan diangkatlah bumi dan gunung-gunung, lalu dibenturkan keduanya sekali bentur. Maka pada hari itu terjadilah hari kiamat”. (QS. Al-Haaqqah 13-15)

“Pada hari kiamat, matahari didekatkan jaraknya terhadap makhluk hingga tinggal sejauh satu mil.” –Sulaim bin Amir (perawi hadits ini) berkata: “Demi Allah, aku tidak tahu apa yang dimaksud dengan mil. Apakah ukuran jarak perjalanan, atau alat yang dipakai untuk bercelak mata?” Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Sehingga manusia tersiksa dalam keringatnya sesuai dengan kadar amal-amalnya (yakni dosa-dosanya). Di antara mereka ada yang keringatnya sampai kedua mata kakinya. Ada yang sampai kedua lututnya, dan ada yang sampai pinggangnya, serta ada yang tenggelam dalam keringatnya.” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memberikan isyarat dengan meletakkan tangan ke mulut beliau.” (Hadits shahih. Diriwayatkan oleh Muslim, no. 2864)

“Umat manusia akan digiring pada hari kiamat ke (mahsyar). Sebuah medan yang luas. Tanahnya berwarna putih seperti bundaran roti yang bersih.” Sahl z dan selainnya berkata: “Tidak ada di sana tanda (tempat keberadaan) bagi seorangpun.” (HR. Al-Bukhari no. 6521 dan Muslim no. 790)

“Dan (ingatlah) hari (yang di waktu itu) Allah mengumpulkan mereka semuanya kemudian Allah berfirman kepada Malaikat: “Apakah mereka ini dahulu menyembah kamu? Malaikat-malaikat itu menjawab: “Maha suci Engkau. Engkaulah pelindung Kami, bukan mereka; bahkan mereka telah menyembah jin(5); kebanyakan mereka beriman kepada jin itu”. (Qs. As-Saba’ 40-41)

“Kami akan memasang timbangan yang tepat pada Hari Kiamat, maka tiadalah dirugikan seseorang barang sedikitpun. Dan jika (amalan itu) hanya seberat biji sawipun pasti Kami mendatangkan (pahala) nya. Dan cukuplah Kami sebagai Pembuat perhitungan.” (QS. Al Anbiyaa’ :47)

“Dan pada hari itu diperlihatkan neraka Jahannam, dan pada hari itu sadarlah manusia, tetapi tidak berguna lagi baginya kesadaran itu,” (QS. Al-Fajr: 23).

Kesimpulan:

Manusia dibangkitkan di dunia yg diratakan dengan dihancurkan dan dicabut-Nya gunung-gunung, yg kemudian diberi nama Mahsyar. Jadi Mahsyar adalah sebutan untuk permukaan bumi yg baru karena manusia dibangkitkan di Bumi setelah dihancurkan, dan matahari didekatkan jaraknya 1 mil.

Mahsyar = di Bumi

Alloh SWT memasang timbangan yg tepat pd hari kiamat, dan diperlihatkan kepada manusia Jahannam

Timbangan Alloh SWT =  diujung bumi

Wallohu a’lam

Rabu, 04 Januari 2017

Tanda dan Waktu Kemunculan Al Mahdi, Berdasar Hadits Rasulullah SAW

Waktu kedatangan Imam Mahdi ditandai dengan adanya perselisihan kekuasaan manakala seorang khalifah meninggal dunia. Apabila dilihat kenyataan saat ini, maka kita tidak akan menemukan seorang yang bergelar khalifah di dunia ini, kecuali di semenanjung Arabia (Saudi Arabia), yang mana kekuasaan mereka boleh disebut dengan “kekhalifahan”

Sesungguhnya kita pada saat ini sedang menunggu kedatangan Al-Mahdi dan menyiagai kemunculannya yang akan terjadi pada perang masyhur yang menentukan, yaitu Perang Armageddon (baca Al Majidun).

Berikut ini akan diketengahkan hadits-hadits Nabi Muhammad SAW yang menerangkan tanda dan waktu kemunculan Al-Mahdi.

Tanda Kemunculan Al Mahdi

Hadits Pertama

Telah bersabda Rasulullah SAW, “Kamu akan berdamai dengan kaum Rum dalam keadaan aman, kemudian kamu dan mereka akan memerangi suatu musuh. Dan kamu akan mendapatkan kemenangan serta harta rampasan perang dengan selamat. Kemudian kamu berangkat sehingga sampai ke sebuah padang rumput yang luas dan berbukit-bukit. Maka seorang laki-laki dari kaum salib mengangkat tanda salib seraya berkata, ‘Salib telah menang’. Maka marahlah seorang laki-laki dari kaum Muslimin kepadanya, lalu ia mendorongnya dan jatuh (meninggal). Pada waktu itu orang-orang Rum berkhianat, dan mereka berkumpul untuk memerangi kamu di bawah 80 bendera, dimana tiap-tiap bendera terdapat 12 ribu tentara.” (HR. Ahmad, Abu Dawud, dan Ibnu Majah)

Gambar hanya ilustrasi

Pada hadits pertama belum disebutkan adanya Imam Mahdi, jadi pada saat terjadinya beberapa peperangan antara kaum Muslimin dengan kaum Ruum, kaum Muslimin belum dipimpin oleh Imam Mahdi. Sementara itu tentang perdamaian dengan kaum Ruum pada masa Al-Mahdi dijelaskan pada hadits kedua.

Waktu Kemunculan Al Mahdi
 
Hadits Kedua

Oleh Imam as Sayuti, Abu Nua’im meriwayatkan dari Abi Umamah katanya, Rasulullah SAW bersabda,
 
“Di antara kamu dan orang-orang Ruum akan berlaku 4 kali perdamaian. Pada kali keempatnya berlaku di tangan salah seorang dari pada keluarga  Hiraqlu. Perjanjian itu berterusan selama 7 tahun”. Ada seorang sahabat bertanya Rasulullah SAW, “Wahai Rasulullah! Siapakah Imam orang ramai (orang Islam) pada hari itu?” Rasulullah SAW menjawab, “Al Mahdi dari pada anak cucuku. Dia berumur 40 tahun, mukanya bagai  bintang yang bersinar-sinar, di pipi sebelah kanannya terdapat tahi lalat hitam, dia memakai dua jubah Qatwaniyyah bagaikan pemuda Bani Israel. Dia mengeluarkan gedung-gedung dan menaklukan negeri-negeri  syirik”.

Jadi kaum Muslimin berperang dengan kaum Ruum dan melakukan perdamaian oleh keduanya dengan beberapa kali perdamaian (gencatan senjata), sampai ketika terjadi perselisihan setelah meninggalnya seorang Khalifah sebagaimana yg dijelaskan oleh hadits berikutnya.

Hadits Ketiga

Telah bersabda Rasulullah SAW,
“Akan terjadi suatu perselisihan ketika meninggalnya seorang khalifah. Maka keluarlah seorang laki-laki dari penduduk Madinah dan ia lari ke Makkah. Lalu datanglah kepadanya orang-orang yang berasal dari penduduk Makkah, dan mereka membawa laki-laki tersebut dengan paksa. Kemudian mereka membaiatnya antara sudut Ka’bah dengan maqam Ibrahim.” (HR. Ahmad, Abu Dawud, dan Thabrani)
 
Jadi Imam Mahdi akan mulai dikenali setelah adanya perselisihan ketika meninggalnya seorang khalifah yang menimbulkan kekacauan, sehingga datang seorang laki-laki dari penduduk Madinah ke Makkah, yang kemudian di bai'at dengan paksa oleh orang-orang yang berasal dari penduduk Makkah

Gambar hanya ilustrasi

Hadits Keempat

Telah bersabda Rasulullah SAW, “Tidak akan terjadi hari kiamat, sehingga kaum Rum turun di kota A’maq dan di Dabiq (dekat Damaskus). Kemudian datanglah suatu pasukan yang menghadang mereka dari Madinah, yang berasal dari penduduk pilihan bumi. Dan ketika mereka sudah berbaris-baris, maka berkatalah orang Rum, ‘Biarkanlah (jangan kalian halangi) antara kami dengan orang-orang yang memisahkan diri dari kami (yang masuk Islam) untuk kami perangi’. Maka kaum Muslimin berkata, ‘Demi Allah, kami tidak akan membiarkan kamu memerangi saudara-saudara kami. Dan ketika mereka (Al-Mahdi serta para pengikutnya) telah sampai di Syam, keluarlah Dajjal. Dan ketika mereka sudah bersiap-siap untuk berperang, mereka berbaris dengan rapi. Tiba-tiba, ketika waktu shalat sudah masuk, turunlah Isa Ibn Maryam AS.” (HR. Muslim dari Abu Hurairah)

Dari Hadits tersebut, dapat diambil kesimpulan, bahwa pasukan Muslimin yang berperang melawan tentara Ruum di Syam (Suriah saat ini) mendengar adanya pembai'atan seorang Imam (Imam Mahdi) untuk kaum Muslimin di Makkah, maka pasukan tersebut akan berbai'at kepada Imam tersebut dan memisahkan diri dari tentara Ruum yang tadinya berdamai dan bersatu untuk mengalahkan musuh bersama, dan tentara Ruum mendaulat bahwa kemenangan itu adalah kemenangan salib (berdasar hadits pertama). Namun pasukan Muslimin tersebut dikejar oleh tentara Ruum yang kemudian tiba di kota A'maq dan Dabiq (dekat Damaskus).

Gambar hanya ilustrasi

Ketika kaum Muslimin yang dikejar oleh tentara Ruum terdesak, datanglah suatu pasukan yang menghadang tentara Ruum tersebut dari arah Madinah yang berasal dari penduduk pilihan Bumi (masih memerlukan penafsiran, siapakah penduduk pilihan Bumi tersebut). Ketika pasukan pilihan Bumi tersebut menghadang tentara Ruum dan sudah berbaris rapih dalam penghadangan tersebut, maka tentara Ruum berkata kepada mereka; ‘Biarkanlah (jangan kalian halangi) antara kami dengan orang-orang yang memisahkan diri dari kami, untuk kami perangi. Namun pasukan yang menghadang tersebut menolak dan berkata; ‘Demi Allah, kami tidak akan membiarkan kamu memerangi saudara-saudara kami'.

Setelah itu pasukan Muslimin dibawah pimpinan Al Mahdi, menuju Syam (Suriah) dan dan setelah tiba di Syam, dilanjutkanlah kisah pada hadits tersebut, yaitu keluarlah Dajjal dan diteruskan hingga akhir

Kenapa terjadinya penghadangan tersebut di suatu tempat di kota A'maq dan Dabiq (dekat Damaskus)? jawabannya dapat kita temui pada Hadits Kelima

Hadits Kelima

Telah bersabda Rasulullah SAW, “Pusat kepemimpinan kaum Muslimin pada hari peperangan yang paling besar adalah di sebuah negeri yang bernama Ghuthah, yang mana di negeri itu terdapat sebuah kota yang bernama Damsyik (Damaskus). Ia merupakan tempat tinggal yang terbaik bagi kaum Muslimin pada waktu itu.” (HR. Ahmad dan Abu Dawud)

Gambar hanya ilustrasi
Maka Dapat kita ketahui bahwa Damsyik (Damaskus) akan menjadi pusat kepemimpinan pada masa Imam Mahdi.

Kesimpulan:
  1. Pada masa awal peperangan antara kaum Muslimin dengan kaum Ruum di Syam, kaum Muslimin belum dipimpin Oleh Al Mahdi
  2. Kaum Muslimin dan kaum Ruum akan mengadakan 4 kali perdamaian (gencatan senjata)
  3. Kaum Muslimin dan kaum Ruum berperang menghadapi 1 musuh bersama di Syam (Suriah) dan akan menang, setelah itu ada seorang dari kaum Ruum mengangkat salib dan berkata 'salib telah menang' kemudian didorong oleh seorang dari kaum Muslimin
  4. Kaum Muslimin memisahkan diri dari kaum Ruum dan berperang kembali, kemudian mendengar pembai'atan seorang Imam di Makkah.
  5. Al Mahdi adalah keturunan Rasulullah, dari penduduk Madinah, berumur 40 tahun, mukanya bagai  bintang yang bersinar-sinar, di pipi sebelah kanannya terdapat tahi lalat hitam, dia memakai dua jubah Qatwaniyyah bagaikan pemuda Bani Israel. Dia mengeluarkan gedung-gedung dan menaklukan negeri-negeri  syirik”.
  6. Al Mahdi akan mulai dikenali setelah terjadi pembai'atan paksa oleh penduduk Makkah seorang pemuda dari penduduk Madinah di Makkah waktu terjadi perselisihan setelah kematian seorang khalifah
  7. Pusat kepemimpinan pada masa Al Mahdi berada di Damsyik (Damaskus)
  8. Kaum Muslimin setelah mendengar pembai'atan seorang Imam (Al Mahdi), bergegas untuk berbai'at. kepada Al Mahdi tetapi dikejar oleh tentara dari kaum Ruum
  9. Tentara dari kaum Ruum di hadang oleh pasukan dari Madinah yaitu pasukan pilihan Bumi di suatu tempat di kota A'maq dan Dabiq (dekat Damaskus)
  10. Al Mahdi memimpin pasukan ke Syam (Suriah). Setelah pasukan tersebut sampai sana keluarlah Dajjal. Dan ketika mereka sudah bersiap-siap untuk berperang, mereka berbaris dengan rapi. Tiba-tiba, ketika waktu shalat sudah masuk, turunlah Isa Ibn Maryam AS
Wallahu A'lam

Sumber:
http://fadillahconsept.blogspot.co.id/2017/01/perang-akhir-zaman.html
https://netlog.wordpress.com/category/tanda-tanda-kemunculan-al-mahdi/
Dengan tambahan kesimpulan-kesimpulan 

Selasa, 03 Januari 2017

Perang Akhir Zaman





Gejolak perang yang terjadi di dunia menimbulkan keprihatinan yang mendalam. Sebagian besar negara yang berkonflik ini adalah negara mayoritas muslim karena permasalahan agama berkepanjangan. Jika dunia mengklaim sudah terjadi perang dunia pertama dan kedua, maka masih ada perang yang lebih dahsyat yang akan dialami umat berdasarkan nubuat akhir zaman. Yang menarik adalah beberapa negara yang berperang saat ini disebut-sebut dalam nubuat (ramalan) tersebut.

Perang ini akan menandai kemunculan  Dajjal,  sosok eskatologi Islam yang dilaknat Allah dan akan muncul pada akhir zaman. Berdasarkan hadist Nabi Muhammad SAW, Akhir dari perang tersebut menjadi awal dari kehidupan manusia yang kekal, yakni kiamat. Apa saja perang tersebut? Berikut ringkasannya.

Urutan perang ini lengkap dijelaskan dalam Hadist Nabi Muhammad SAW. Nantinya pada akhir zaman manusia akan mengalami dua perang besar yakni perang al-Malhamah kubra dan perang Armageddon. Dua perang ini akan terjadi beruntun yang puncaknya adalah kemunculan Dajjal.

1. Al-Malhamah Kubra
 
Perang al-Malhamah kubra merupakan perang besar pertama yang terjadi setelah peperangan beruntun yang terjadi sebelumnya. Pada perang ini pasukan kaum muslim akan melawan kaum Rum, namun sebelum menaklukan Ruum kaum muslim akan memerangi jazirah Arab dan Persia. Kejayaan persia pada masa lalu memang tinggal sejarah namun kini berubah nama menjadi Iran.




“Kalian akan perangi jazirah Arab sehingga Allah menangkan kalian atasnya. Kemudian (kalian perangi) Persia sehingga Allah menangkan kalian atasnya. Kemudian kalian perangi Ruum sehingga Allah menangkan kalian atasnya. Kemudian kalian perangi Dajjal sehingga Allah menangkan kalian atasnya.” (HR Muslim).

Dalam hadist lain Rasulullah SAW juga bercerita tentang bagaimana kehancuran ini terjadi. Bahwa perang Al-malhamah kubra akan terjadi sebelum pembukaan kota Konstantinopel atau Turki saat ini, setelah Konstantinopel maka akan keluar Dajjal yang menjadi awal perang kedua yang lebih dahsyat.

Lantas siapakah kaum Ruum yang dimaksud? Adapun Ruum yang dimaksud dalam hadist adalah Romawi timur yang pusat pemerintahannya dahulu berada di konstantinopel. Dahulu setelah Romawi Timur runtuh pusat pemerintahan berpindah ke Tsar Rusia. Tsar adalah asal kata dari kaisar yang mengadopsi sistem kekaisaran romawi Timur. Di dalam wikipedia dijelaskan Setelah kota konstantinopel direbut oleh kaum muslimin maka kekaisaran Byzantine beralih ke Rusia. Peran kaisar sebagai pelindung Ortodoks timur diklaim oleh Ivan III, Adi Pati Agung Mokswa. Ia telah menikah Saudara Andreas, Shopia Paleologue. Cucunya Ivan IV akan menjadi Tsar Rusia yang pertama. Tsar adalah istilah yang dulu digunakan bangsa Slavia untuk kekaisaran Byzantine.

Penerus-penerus mereka mendukung  gagasan bahwa moskwa adalah penerus kekaisaran Byzantine yang berpusat di Konstantinopel. Gagasan Kekaisaran Rusia adalah sebagai kekaisaran Rum itu tetap hidup hingga meletusnya revolusi Rusia tahun 1917 M. Setelah berdirinya Uni soviet kekaisaran Rum runtuh dan digantikan dengan sistem komunis, akan tetapi setelah uni Soviet runtuh kekaisaran Rum dilanjutkan kembali oleh negara Rusia modern sekarang ini.

Maka jelas bahwa Rum yang dijelaskan dalam hadist ini adalah Rusia saat ini. Saat ini sikap Rusia adalah sebagai penentang zionis Dajjal namun mereka masih bersekutu dengan Iran. Namun pada masa Al Mahdi nanti, Rusia akan meninggalkan sekutunya dan berdamai dengan kaum muslim, sedangkan Iran akan bersekutu dengan zionis Dajjal.

Sementara itu tentang perdamaian dengan Rum pada masa al-Mahdi dijelaskan oleh Imam as Sayuti, Abu Nua’im meriwayatkan dari Abi Umamah katanya, Rasulullah SAW bersabda,

“Di antara kamu dan orang-orang Rum akan berlaku 4 kali perdamaian. Pada kali keempatnya berlaku di tangan salah seorang dari pada keluarga  Hiraqlu. Perjanjian itu berterusan selama 7 tahun”. Ada seorang sahabat bertanya Rasulullah SAW, “Wahai Rasulullah! Siapakah Imam orang ramai (orang Islam) pada hari itu?” Rasulullah SAW menjawab, “Al Mahdi dari pada anak cucuku. Dia berumur 40 tahun, mukanya bagai  bintang yang bersinar-sinar, di pipi sebelah kanannya terdapat tahi lalat hitam, dia memakai dua jubah Qatwaniyyah bagaikan pemuda Bani Israel. Dia mengeluarkan gedung-gedung dan menaklukan negeri-negeri  syirik”.

Berdasarkan Hadist Riwayat Abu Daud, nantinya perang Al-Malhamah Kubra akan berpusat di Syam yang kini berubah nama menjadi Suriah. Seperti diketahui di Suriah kini sedang terjadi perang besar yang menyebabkan banyak kaum muslim mengungsi ke berbagai negara dan menderita berkepanjangan. 

“Sungguh Rum benar-benar akan memasuki Syam (Suriah) selama empat puluh hari tidak ada yang selamat selain Damaskus dan Amman” (HR Abu Daud)

Setelah Rum ditaklukkan kemudian kaum muslimin menaklukkan Turki tanpa peperangan. Setelah Turki ditaklukkan maka keluarlah Dajjal.

Namun sebagian ada yang berpendapat bahwa Ruum adalah orang kulit putih (Eropa dan Amerika), hal tersebut dapat dilihat pada akhir Al-Malhamah Kubra, yaitu berdasarkan hadits Rasulullah SAW;

“Kamu akan berdamai dengan Rum dalam keadaan aman, kemudian kamu dan mereka akan memerangi suatu musuh. Dan kamu akan mendapatkan kemenangan serta harta rampasan perang dengan selamat. Kemudian kamu berangkat sehingga sampai ke sebuah padang rumput yang luas dan berbukit-bukit. Maka seorang laki-laki dari kaum salib mengangkat tanda salib seraya berkata, ‘Salib telah menang’. Maka marahlah seorang laki-laki dari kaum Muslimin kepadanya, lalu ia mendorongnya dan jatuh (meninggal). Pada waktu itu orang-orang Rum berkhianat, dan mereka berkumpul untuk memerangi kamu di bawah 80 bendera, dimana tiap-tiap bendera terdapat 12 ribu tentara.”(HR. Ahmad, Abu Dawud, dan Ibnu Majah).

Kalau tentara Ruum merujuk pada Rusia, maka tidak ada yg akan mengangkat salib dan berkata bahwa 'Salib Telah Menang', karena Rusia pada saat ini mangadopsi faham komunis. Dan dapat kita ketahui, menurut rumor yang ada pada peperangan saat ini yang sedang terjadi di Suriah, ISIS dibuat oleh pemerintahan Amerika.

Sementara itu tentang perdamaian dengan Rum pada masa al-Mahdi dijelaskan oleh Imam as Sayuti, Abu Nua’im meriwayatkan dari Abi Umamah katanya, Rasulullah SAW bersabda,

“Di antara kamu dan orang-orang Rum akan berlaku 4 kali perdamaian. Pada kali keempatnya berlaku di tangan salah seorang daripada keluarga Hiraqlu. Perjanjian itu berterusan selama 7 tahun”. Ada seorang sahabat bertanya Rasulullah SAW, “Wahai Rasulullah! Siapakah Imam orang ramai (orang Islam) pada hari itu?” Rasulullah SAW menjawab, “Al Mahdi daripada anak cucuku. Dia berumur 40 tahun, mukanya bagai  bintang yang bersinar-sinar, di pipi sebelah kanannya terdapat tahi lalat hitam, dia memakai dua jubah Qatwaniyyah bagaikan pemuda Bani Israel. Dia mengeluarkan gedung-gedung dan menaklukan negeri-negeri syirik”.

Kali pertama Amerika membuat ISIS, mungkin ini adalah perdamaian pertama, kemudian ISIS berubah nama menjadi IS (Islamic State), dan Amerika ikut memeranginya kembali, dan mungkin akan ada perdamaian (gencatan senjata) serta peperangan kembali, hingga 4 kali perdamaian, sampai keluarnya Imam Mahdi

2. Perang Armageddon
 
Setelah berhasil memenangkan perang  al-Malhamah kubra maka ini menjadi awal peperangan puncak yakni melawan laknatullah Dajjal. Perang besar ini disebut dengan perang Armageddon yang berpusat di bukit Mageddon, Palestina. Perang ini dalam hadist Rasulullah disebut juga dengan perang Gog Magog (Ya’juj dan Majuj).


Sebenarnya istilah Armageddon berasal dari bahasa Yunani dan oleh kalangan orang Barat sebagai dalam pembahasan tentang hari akhir dunia. Sementara dalam beberapa manuskrip yang tersimpan di Timur Tengah, Islam menyebutnya dengan istilah Al-Majidun ‘kemuliaan’ yaitu “Perang Kemuliaan”.

Perang maha dahsyat ini berjalan dalam jangka waktu yang panjang. Sehingga menyeret seluruh negara di dunia. Nantinya dunia akan terbagi menjadi dua poros yakni kaum muslim yang dipimpin oleh Al Mahdi dan kaum kafir yang dipimpin Dajjal.

Lalu di tengah huru hara yang tercipta Allah SWT menurunkan pertolongan yakni kedatangan Nabi Isa as. Putra Maryam. Isa akan turun di menara putih di timur Damaskus ketika menjelang fajar. Kemudian Isa masuk ke markas kaum muslimin dan ikut dalam barisan shalat subuh. Setelah itu ia bersama Al-Mahdi akan memimpin kaum muslimin menyerbu seluruh markas kaum kafir, bahkan berhasil membunuh Dajjal dan seluruh orang kafir. Hal ini dijelaskan dalam Zakharia (89/13).

“Bahwa sebahagian besar bangsa Yahudi akan mati dalam perang Armageddon dan dua pertiga dari mereka akan musnah. Sedangkan dalam kitab Zagiyal (12/39) disebutkan: ”Akan berlangsung tujuh bulan sehingga rumah Israel berhasil mengubur mereka (orang-orang mereka yang terbunuh) sebelum membersihkan bumi”.

 Wallahualam.


Sumber:
http://www.infoyunik.com/2015/11/inilah-dua-perang-besar-yang-akan.html
Dengan penambahan

Senin, 02 Januari 2017

Realitas Flat Earth





Pada Realitas Flat Earth dibahas tentang pembodohan masyarakat yg didilakukan oleh elite global sejak dahulu kala. kebohongan tersebut secara berulang disampaikan kepada masyarakat sejak usia dini pada kurikulum kurikulum pendidikan. Cara tersebut dipercaya dapat membuat doktrin-doktrin yang mempercayai bentuk bumi itu bola, yang oleh kalangan akademisi disebut "Cognitive Ease"

Masyarakat yang mempercayai bahwa bentuk bumi itu datar dengan swadaya melakukan penelitian-penelitian. ada yg menggunakan laser yg digunakan untuk pengukuran-permukaan air, bahkan sampai meluncurkan roket untuk membuktikan bahwa bentuk bumi itu datar. Pada Video Realitas Flat Earth pada link diatas, Flat Earth 101 menampilkan kesalahan-kesalahan perhitungan pada jarak matahari, bulan dan menekankan bahwa perhitungan gerhana oleh NASA tetap disandarkan pada metode Saros yg dikembangkan pada zaman Babylonia kuno, karena perhitungan-perhitungan dengan menggunakan rumus-rumus yg berdasarkan angka-angka yg ditampilkan tidak akan membuahkan hasil yang akurat

Wallahu a'lam Bishshawaab