Waktu kedatangan Imam Mahdi ditandai dengan
adanya perselisihan kekuasaan manakala seorang khalifah meninggal dunia.
Apabila dilihat kenyataan saat ini, maka kita tidak akan menemukan
seorang yang bergelar khalifah di dunia ini, kecuali di semenanjung
Arabia (Saudi Arabia), yang mana kekuasaan mereka boleh disebut dengan
“kekhalifahan”
Sesungguhnya kita pada saat ini sedang menunggu
kedatangan Al-Mahdi dan menyiagai kemunculannya yang akan terjadi pada perang masyhur yang menentukan, yaitu Perang Armageddon (baca Al Majidun).
Berikut ini akan diketengahkan hadits-hadits Nabi Muhammad SAW yang menerangkan tanda dan waktu kemunculan Al-Mahdi.
Tanda Kemunculan Al Mahdi
Hadits Pertama
Telah bersabda Rasulullah SAW, “Kamu akan berdamai
dengan kaum Rum dalam keadaan aman, kemudian kamu dan mereka akan
memerangi suatu musuh. Dan kamu akan mendapatkan kemenangan serta harta
rampasan perang dengan selamat. Kemudian kamu berangkat sehingga sampai
ke sebuah padang rumput yang luas dan berbukit-bukit. Maka seorang
laki-laki dari kaum salib mengangkat tanda salib seraya berkata, ‘Salib
telah menang’. Maka marahlah seorang laki-laki dari kaum Muslimin
kepadanya, lalu ia mendorongnya dan jatuh (meninggal). Pada waktu itu
orang-orang Rum berkhianat, dan mereka berkumpul untuk memerangi kamu di
bawah 80 bendera, dimana tiap-tiap bendera terdapat 12 ribu tentara.”
(HR. Ahmad, Abu Dawud, dan Ibnu Majah)
![]() |
| Gambar hanya ilustrasi |
Pada hadits pertama belum disebutkan adanya Imam Mahdi, jadi pada saat terjadinya beberapa peperangan antara kaum Muslimin dengan kaum Ruum, kaum Muslimin belum dipimpin oleh Imam Mahdi. Sementara itu
tentang perdamaian dengan kaum Ruum pada masa Al-Mahdi dijelaskan pada hadits kedua.
Waktu Kemunculan Al Mahdi
Hadits Kedua
Oleh Imam
as Sayuti, Abu Nua’im meriwayatkan dari Abi Umamah katanya, Rasulullah
SAW bersabda,
“Di antara kamu dan orang-orang Ruum akan berlaku 4 kali perdamaian.
Pada kali keempatnya berlaku di tangan salah seorang dari pada keluarga
Hiraqlu. Perjanjian itu berterusan selama 7 tahun”. Ada seorang sahabat
bertanya Rasulullah SAW, “Wahai Rasulullah! Siapakah Imam orang ramai
(orang Islam) pada hari itu?” Rasulullah SAW menjawab, “Al Mahdi
dari pada anak cucuku. Dia berumur 40 tahun, mukanya bagai bintang yang
bersinar-sinar, di pipi sebelah kanannya terdapat tahi lalat hitam, dia
memakai dua jubah Qatwaniyyah bagaikan pemuda Bani Israel. Dia
mengeluarkan gedung-gedung dan menaklukan negeri-negeri syirik”.
Jadi kaum Muslimin berperang dengan kaum Ruum dan melakukan perdamaian oleh keduanya dengan beberapa kali perdamaian (gencatan senjata), sampai ketika terjadi perselisihan setelah meninggalnya seorang Khalifah sebagaimana yg dijelaskan oleh hadits berikutnya.
Hadits Ketiga
Telah bersabda Rasulullah SAW,
“Akan terjadi suatu
perselisihan ketika meninggalnya seorang khalifah. Maka keluarlah
seorang laki-laki dari penduduk Madinah dan ia lari ke Makkah. Lalu
datanglah kepadanya orang-orang yang berasal dari penduduk Makkah, dan
mereka membawa laki-laki tersebut dengan paksa. Kemudian mereka
membaiatnya antara sudut Ka’bah dengan maqam Ibrahim.” (HR. Ahmad, Abu
Dawud, dan Thabrani)
Jadi Imam Mahdi akan mulai dikenali setelah adanya perselisihan ketika meninggalnya seorang khalifah yang menimbulkan kekacauan, sehingga datang seorang laki-laki dari penduduk Madinah ke Makkah, yang kemudian di bai'at dengan paksa oleh orang-orang yang berasal dari penduduk Makkah
![]() |
| Gambar hanya ilustrasi |
Hadits Keempat
Telah bersabda Rasulullah SAW, “Tidak akan terjadi
hari kiamat, sehingga kaum Rum turun di kota A’maq dan di Dabiq (dekat
Damaskus). Kemudian datanglah suatu pasukan yang menghadang mereka dari
Madinah, yang berasal dari penduduk pilihan bumi. Dan ketika mereka
sudah berbaris-baris, maka berkatalah orang Rum, ‘Biarkanlah (jangan
kalian halangi) antara kami dengan orang-orang yang memisahkan diri dari
kami (yang masuk Islam) untuk kami perangi’. Maka kaum Muslimin
berkata, ‘Demi Allah, kami tidak akan membiarkan kamu memerangi
saudara-saudara kami. Dan ketika mereka (Al-Mahdi serta para
pengikutnya) telah sampai di Syam, keluarlah Dajjal. Dan ketika mereka
sudah bersiap-siap untuk berperang, mereka berbaris dengan rapi.
Tiba-tiba, ketika waktu shalat sudah masuk, turunlah Isa Ibn Maryam AS.”
(HR. Muslim dari Abu Hurairah)
Dari Hadits tersebut, dapat diambil kesimpulan, bahwa pasukan Muslimin yang berperang melawan tentara Ruum di Syam (Suriah saat ini) mendengar adanya pembai'atan seorang Imam (Imam Mahdi) untuk kaum Muslimin di Makkah, maka pasukan tersebut akan berbai'at kepada Imam tersebut dan memisahkan diri dari tentara Ruum yang tadinya berdamai dan bersatu untuk mengalahkan musuh bersama, dan tentara Ruum mendaulat bahwa kemenangan itu adalah kemenangan salib (berdasar hadits pertama). Namun pasukan Muslimin tersebut dikejar oleh tentara Ruum yang kemudian tiba di kota A'maq dan Dabiq (dekat Damaskus).
![]() |
| Gambar hanya ilustrasi |
Ketika kaum Muslimin yang dikejar oleh tentara Ruum terdesak, datanglah suatu pasukan yang menghadang tentara Ruum tersebut dari arah Madinah yang berasal dari penduduk pilihan Bumi (masih memerlukan penafsiran, siapakah penduduk pilihan Bumi tersebut). Ketika pasukan pilihan Bumi tersebut menghadang tentara Ruum dan sudah berbaris rapih dalam penghadangan tersebut, maka tentara Ruum berkata kepada mereka; ‘Biarkanlah (jangan
kalian halangi) antara kami dengan orang-orang yang memisahkan diri dari
kami, untuk kami perangi. Namun pasukan yang menghadang tersebut menolak dan berkata; ‘Demi Allah, kami tidak akan membiarkan kamu memerangi
saudara-saudara kami'.
Setelah itu pasukan Muslimin dibawah pimpinan Al Mahdi, menuju Syam (Suriah) dan dan setelah tiba di Syam, dilanjutkanlah kisah pada hadits tersebut, yaitu keluarlah Dajjal dan diteruskan hingga akhir
Kenapa terjadinya penghadangan tersebut di suatu tempat di kota A'maq dan Dabiq (dekat Damaskus)? jawabannya dapat kita temui pada Hadits Kelima
Hadits Kelima
Telah bersabda Rasulullah SAW, “Pusat kepemimpinan
kaum Muslimin pada hari peperangan yang paling besar adalah di sebuah
negeri yang bernama Ghuthah, yang mana di negeri itu terdapat sebuah
kota yang bernama Damsyik (Damaskus). Ia merupakan tempat tinggal yang
terbaik bagi kaum Muslimin pada waktu itu.” (HR. Ahmad dan Abu Dawud)
![]() | |
| Gambar hanya ilustrasi |
Maka Dapat kita ketahui bahwa Damsyik (Damaskus) akan menjadi pusat kepemimpinan pada masa Imam Mahdi.
Kesimpulan:
- Pada masa awal peperangan antara kaum Muslimin dengan kaum Ruum di Syam, kaum Muslimin belum dipimpin Oleh Al Mahdi
- Kaum Muslimin dan kaum Ruum akan mengadakan 4 kali perdamaian (gencatan senjata)
- Kaum Muslimin dan kaum Ruum berperang menghadapi 1 musuh bersama di Syam (Suriah) dan akan menang, setelah itu ada seorang dari kaum Ruum mengangkat salib dan berkata 'salib telah menang' kemudian didorong oleh seorang dari kaum Muslimin
- Kaum Muslimin memisahkan diri dari kaum Ruum dan berperang kembali, kemudian mendengar pembai'atan seorang Imam di Makkah.
- Al Mahdi adalah keturunan Rasulullah, dari penduduk Madinah, berumur 40 tahun, mukanya bagai bintang yang bersinar-sinar, di pipi sebelah kanannya terdapat tahi lalat hitam, dia memakai dua jubah Qatwaniyyah bagaikan pemuda Bani Israel. Dia mengeluarkan gedung-gedung dan menaklukan negeri-negeri syirik”.
- Al Mahdi akan mulai dikenali setelah terjadi pembai'atan paksa oleh penduduk Makkah seorang pemuda dari penduduk Madinah di Makkah waktu terjadi perselisihan setelah kematian seorang khalifah
- Pusat kepemimpinan pada masa Al Mahdi berada di Damsyik (Damaskus)
- Kaum Muslimin setelah mendengar pembai'atan seorang Imam (Al Mahdi), bergegas untuk berbai'at. kepada Al Mahdi tetapi dikejar oleh tentara dari kaum Ruum
- Tentara dari kaum Ruum di hadang oleh pasukan dari Madinah yaitu pasukan pilihan Bumi di suatu tempat di kota A'maq dan Dabiq (dekat Damaskus)
- Al Mahdi memimpin pasukan ke Syam (Suriah). Setelah pasukan tersebut sampai sana keluarlah Dajjal. Dan ketika mereka sudah bersiap-siap untuk berperang, mereka berbaris dengan rapi. Tiba-tiba, ketika waktu shalat sudah masuk, turunlah Isa Ibn Maryam AS
Sumber:
http://fadillahconsept.blogspot.co.id/2017/01/perang-akhir-zaman.html
https://netlog.wordpress.com/category/tanda-tanda-kemunculan-al-mahdi/
Dengan tambahan kesimpulan-kesimpulan




Tidak ada komentar:
Posting Komentar