Rabu, 04 Januari 2017

Tanda dan Waktu Kemunculan Al Mahdi, Berdasar Hadits Rasulullah SAW

Waktu kedatangan Imam Mahdi ditandai dengan adanya perselisihan kekuasaan manakala seorang khalifah meninggal dunia. Apabila dilihat kenyataan saat ini, maka kita tidak akan menemukan seorang yang bergelar khalifah di dunia ini, kecuali di semenanjung Arabia (Saudi Arabia), yang mana kekuasaan mereka boleh disebut dengan “kekhalifahan”

Sesungguhnya kita pada saat ini sedang menunggu kedatangan Al-Mahdi dan menyiagai kemunculannya yang akan terjadi pada perang masyhur yang menentukan, yaitu Perang Armageddon (baca Al Majidun).

Berikut ini akan diketengahkan hadits-hadits Nabi Muhammad SAW yang menerangkan tanda dan waktu kemunculan Al-Mahdi.

Tanda Kemunculan Al Mahdi

Hadits Pertama

Telah bersabda Rasulullah SAW, “Kamu akan berdamai dengan kaum Rum dalam keadaan aman, kemudian kamu dan mereka akan memerangi suatu musuh. Dan kamu akan mendapatkan kemenangan serta harta rampasan perang dengan selamat. Kemudian kamu berangkat sehingga sampai ke sebuah padang rumput yang luas dan berbukit-bukit. Maka seorang laki-laki dari kaum salib mengangkat tanda salib seraya berkata, ‘Salib telah menang’. Maka marahlah seorang laki-laki dari kaum Muslimin kepadanya, lalu ia mendorongnya dan jatuh (meninggal). Pada waktu itu orang-orang Rum berkhianat, dan mereka berkumpul untuk memerangi kamu di bawah 80 bendera, dimana tiap-tiap bendera terdapat 12 ribu tentara.” (HR. Ahmad, Abu Dawud, dan Ibnu Majah)

Gambar hanya ilustrasi

Pada hadits pertama belum disebutkan adanya Imam Mahdi, jadi pada saat terjadinya beberapa peperangan antara kaum Muslimin dengan kaum Ruum, kaum Muslimin belum dipimpin oleh Imam Mahdi. Sementara itu tentang perdamaian dengan kaum Ruum pada masa Al-Mahdi dijelaskan pada hadits kedua.

Waktu Kemunculan Al Mahdi
 
Hadits Kedua

Oleh Imam as Sayuti, Abu Nua’im meriwayatkan dari Abi Umamah katanya, Rasulullah SAW bersabda,
 
“Di antara kamu dan orang-orang Ruum akan berlaku 4 kali perdamaian. Pada kali keempatnya berlaku di tangan salah seorang dari pada keluarga  Hiraqlu. Perjanjian itu berterusan selama 7 tahun”. Ada seorang sahabat bertanya Rasulullah SAW, “Wahai Rasulullah! Siapakah Imam orang ramai (orang Islam) pada hari itu?” Rasulullah SAW menjawab, “Al Mahdi dari pada anak cucuku. Dia berumur 40 tahun, mukanya bagai  bintang yang bersinar-sinar, di pipi sebelah kanannya terdapat tahi lalat hitam, dia memakai dua jubah Qatwaniyyah bagaikan pemuda Bani Israel. Dia mengeluarkan gedung-gedung dan menaklukan negeri-negeri  syirik”.

Jadi kaum Muslimin berperang dengan kaum Ruum dan melakukan perdamaian oleh keduanya dengan beberapa kali perdamaian (gencatan senjata), sampai ketika terjadi perselisihan setelah meninggalnya seorang Khalifah sebagaimana yg dijelaskan oleh hadits berikutnya.

Hadits Ketiga

Telah bersabda Rasulullah SAW,
“Akan terjadi suatu perselisihan ketika meninggalnya seorang khalifah. Maka keluarlah seorang laki-laki dari penduduk Madinah dan ia lari ke Makkah. Lalu datanglah kepadanya orang-orang yang berasal dari penduduk Makkah, dan mereka membawa laki-laki tersebut dengan paksa. Kemudian mereka membaiatnya antara sudut Ka’bah dengan maqam Ibrahim.” (HR. Ahmad, Abu Dawud, dan Thabrani)
 
Jadi Imam Mahdi akan mulai dikenali setelah adanya perselisihan ketika meninggalnya seorang khalifah yang menimbulkan kekacauan, sehingga datang seorang laki-laki dari penduduk Madinah ke Makkah, yang kemudian di bai'at dengan paksa oleh orang-orang yang berasal dari penduduk Makkah

Gambar hanya ilustrasi

Hadits Keempat

Telah bersabda Rasulullah SAW, “Tidak akan terjadi hari kiamat, sehingga kaum Rum turun di kota A’maq dan di Dabiq (dekat Damaskus). Kemudian datanglah suatu pasukan yang menghadang mereka dari Madinah, yang berasal dari penduduk pilihan bumi. Dan ketika mereka sudah berbaris-baris, maka berkatalah orang Rum, ‘Biarkanlah (jangan kalian halangi) antara kami dengan orang-orang yang memisahkan diri dari kami (yang masuk Islam) untuk kami perangi’. Maka kaum Muslimin berkata, ‘Demi Allah, kami tidak akan membiarkan kamu memerangi saudara-saudara kami. Dan ketika mereka (Al-Mahdi serta para pengikutnya) telah sampai di Syam, keluarlah Dajjal. Dan ketika mereka sudah bersiap-siap untuk berperang, mereka berbaris dengan rapi. Tiba-tiba, ketika waktu shalat sudah masuk, turunlah Isa Ibn Maryam AS.” (HR. Muslim dari Abu Hurairah)

Dari Hadits tersebut, dapat diambil kesimpulan, bahwa pasukan Muslimin yang berperang melawan tentara Ruum di Syam (Suriah saat ini) mendengar adanya pembai'atan seorang Imam (Imam Mahdi) untuk kaum Muslimin di Makkah, maka pasukan tersebut akan berbai'at kepada Imam tersebut dan memisahkan diri dari tentara Ruum yang tadinya berdamai dan bersatu untuk mengalahkan musuh bersama, dan tentara Ruum mendaulat bahwa kemenangan itu adalah kemenangan salib (berdasar hadits pertama). Namun pasukan Muslimin tersebut dikejar oleh tentara Ruum yang kemudian tiba di kota A'maq dan Dabiq (dekat Damaskus).

Gambar hanya ilustrasi

Ketika kaum Muslimin yang dikejar oleh tentara Ruum terdesak, datanglah suatu pasukan yang menghadang tentara Ruum tersebut dari arah Madinah yang berasal dari penduduk pilihan Bumi (masih memerlukan penafsiran, siapakah penduduk pilihan Bumi tersebut). Ketika pasukan pilihan Bumi tersebut menghadang tentara Ruum dan sudah berbaris rapih dalam penghadangan tersebut, maka tentara Ruum berkata kepada mereka; ‘Biarkanlah (jangan kalian halangi) antara kami dengan orang-orang yang memisahkan diri dari kami, untuk kami perangi. Namun pasukan yang menghadang tersebut menolak dan berkata; ‘Demi Allah, kami tidak akan membiarkan kamu memerangi saudara-saudara kami'.

Setelah itu pasukan Muslimin dibawah pimpinan Al Mahdi, menuju Syam (Suriah) dan dan setelah tiba di Syam, dilanjutkanlah kisah pada hadits tersebut, yaitu keluarlah Dajjal dan diteruskan hingga akhir

Kenapa terjadinya penghadangan tersebut di suatu tempat di kota A'maq dan Dabiq (dekat Damaskus)? jawabannya dapat kita temui pada Hadits Kelima

Hadits Kelima

Telah bersabda Rasulullah SAW, “Pusat kepemimpinan kaum Muslimin pada hari peperangan yang paling besar adalah di sebuah negeri yang bernama Ghuthah, yang mana di negeri itu terdapat sebuah kota yang bernama Damsyik (Damaskus). Ia merupakan tempat tinggal yang terbaik bagi kaum Muslimin pada waktu itu.” (HR. Ahmad dan Abu Dawud)

Gambar hanya ilustrasi
Maka Dapat kita ketahui bahwa Damsyik (Damaskus) akan menjadi pusat kepemimpinan pada masa Imam Mahdi.

Kesimpulan:
  1. Pada masa awal peperangan antara kaum Muslimin dengan kaum Ruum di Syam, kaum Muslimin belum dipimpin Oleh Al Mahdi
  2. Kaum Muslimin dan kaum Ruum akan mengadakan 4 kali perdamaian (gencatan senjata)
  3. Kaum Muslimin dan kaum Ruum berperang menghadapi 1 musuh bersama di Syam (Suriah) dan akan menang, setelah itu ada seorang dari kaum Ruum mengangkat salib dan berkata 'salib telah menang' kemudian didorong oleh seorang dari kaum Muslimin
  4. Kaum Muslimin memisahkan diri dari kaum Ruum dan berperang kembali, kemudian mendengar pembai'atan seorang Imam di Makkah.
  5. Al Mahdi adalah keturunan Rasulullah, dari penduduk Madinah, berumur 40 tahun, mukanya bagai  bintang yang bersinar-sinar, di pipi sebelah kanannya terdapat tahi lalat hitam, dia memakai dua jubah Qatwaniyyah bagaikan pemuda Bani Israel. Dia mengeluarkan gedung-gedung dan menaklukan negeri-negeri  syirik”.
  6. Al Mahdi akan mulai dikenali setelah terjadi pembai'atan paksa oleh penduduk Makkah seorang pemuda dari penduduk Madinah di Makkah waktu terjadi perselisihan setelah kematian seorang khalifah
  7. Pusat kepemimpinan pada masa Al Mahdi berada di Damsyik (Damaskus)
  8. Kaum Muslimin setelah mendengar pembai'atan seorang Imam (Al Mahdi), bergegas untuk berbai'at. kepada Al Mahdi tetapi dikejar oleh tentara dari kaum Ruum
  9. Tentara dari kaum Ruum di hadang oleh pasukan dari Madinah yaitu pasukan pilihan Bumi di suatu tempat di kota A'maq dan Dabiq (dekat Damaskus)
  10. Al Mahdi memimpin pasukan ke Syam (Suriah). Setelah pasukan tersebut sampai sana keluarlah Dajjal. Dan ketika mereka sudah bersiap-siap untuk berperang, mereka berbaris dengan rapi. Tiba-tiba, ketika waktu shalat sudah masuk, turunlah Isa Ibn Maryam AS
Wallahu A'lam

Sumber:
http://fadillahconsept.blogspot.co.id/2017/01/perang-akhir-zaman.html
https://netlog.wordpress.com/category/tanda-tanda-kemunculan-al-mahdi/
Dengan tambahan kesimpulan-kesimpulan 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar